Search This Blog

Thursday, 26 April 2012

Daftar Mobil yang Boleh Pakai Premium


TEMPO.CO , Jakarta: Menteri Perindustrian M.S Hidayat memastikan bahwa pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pasti akan dilakukan pemerintah. Namun, dia belum mau mengungkapkan kapan pemerintah mau menerapkan pembatasan itu untuk menjaga tingkat konsumsi BBM bersubsidi 40 juta kiloliter.
"Secara resmi akan diumumkan pada Mei nanti,” kata Hidayat ketika dikonfirmasi wartawan, di Jakarta, Rabu, 25 April 2012.
Meski belum jelas kapan pembatasan BBM bersubsidi mulai dijalankan, namun Hidayat memastikan bahwa pembatasan tetap akan dilakukan berdasarkan kapasitas mesin mobil. »Iya pembatasan akan dilakukan di situ, untuk kendaraan roda empat dengan kapasitas 1.500 cc ke atas,” ujarnya.
Berdasarkan riset Tempo, ada sejumlah jenis mobil dari berbagai merek yang mesinnya di bawah 1.500 cc. Lihat daftar mobil di tabel bawah.
Batalnya penyesuaian harga menyebabkan BBM bersubsidi yang dijual akan terus melebihi kuota. Dalam postur APBNP 2012, subsidi bahan bakar minyak sebesar Rp 137,38 triliun dan subsidi listrik Rp 64,9 triliun. Adapun kuota BBM bersubsidi 40 juta kilo liter.
Untuk menjaga kuota, berbagai opsi sempat dikaji, salah satunya pembatasan penggunaan BBM bersubsidi untuk mobil pribadi dengan kapasitas silinder mesin diatas 1500 cc. Lewat cara ini diasumsikan ada penghematan bahan bakar antara 2-3 jut kiloliter.
Sementara itu, Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Sudirman Maman Rusdi mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan jelas dari pemerintah soal pemberlakuan pembatasan BBM bersubsidi.
Menurut dia, meskipun pemerintah akan membatasi konsumsi BBM bersubsidi namun Gaikindo tidak akan membatasi permintaan. »Tergantung permintaan pasar, mulai 1.000 cc, 1.400 cc, atau masing-masing merek aan menyesuaikan permintaan pasar dengan kapasitas pabriknya,” kata Sudirman.Dia meminta pemerintah segera memberikan klarifikasi dan informasi jelas mengenai kebijakan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi.
Sedangkan untuk konvesi BBM ke bahan bakar gas (BBG), lanjutnya, Gaikindo bersedia membantu pemerintah untuk memasang alat konversi (converter kit) di bengkel-bengkel resmi yang telah ditunjuk. »Converter kit ini juga harus sesuai dengan masing-masing kendaraan,” ujarnya.
Gaikindo, kata dia, sudah diajak bicara oleh Kementerian Perindustrian, namun belum mengetahu teknis pastinya. »Arahannya belum jelas.”
ROSALINA
Daftar Mobil 1.500 cc





















Mobil Jenis 1।500 cc



Sumber : Tempo
Selengkapnya......

Tuesday, 17 April 2012

9 Tips me-Manage Memory Internal BlackBerry

Salah satu kelemahan dari BlackBerry adalah kita  tidak bisa menginstall aplikasi di dalam Media Card kecuali pakai aplikasi Aerize Card Loader. (Sekarang hanya support BlackBerry OS4)

Oleh karena itu, kita harus me-manage memory internal BlackBerry kita dengan baik.

Berikut beberapa tips bagaimana me-manage memory BlackBerry :

1. Hapus (delete) semua messages yang tidak penting,

baik itu email atau sms/mms. Email dengan  attachment yang besar usahakan dibuka & dibaca hanya melalui PC saja.

2. Hapus (delete) browser cache.
Caranya:
> buka browser
> klik menu bb
> klik options
> klik cache operations
> klik clear history

3. Tutup semua conversation yang tidak pentingaplikasi Chat

seperti di BlackBerry Messenger, YM, GT, MSN, dan lain-lain serta biasakan “clear chat” semua conversation jika sudah tidak diperlukan lagi.

4. Hapus (delete) cache di aplikasi FB.
Caranya:
> buka FB
> klik menu BB
> klik options
> klik clear cache

5. Hapus (delete) semua miss calls.
Caranya:
> buka  “messages”
> klik menu BB
> klik view folder
> klik missed calls
> klik menu
> Klik delete prior

6. Hapus (delete) phone call logs.
Caranya:
> buka  “messages”
> klik menu
> klik view folder
> klik phone call log
> klik menu
> klik delete prior

7. Hapus (delete) event log.
Caranya:
> dari Home Screen tahan tombol alt
> lalu klik hurur L G L G
> lalu tekan menu BB
> klik clear log

8. Bersihkan temp memory.
Caranya:
> buka  “options (yang gambar obeng/kunci pas)”
> klik security options
> klik memory cleaning
> klik menu BB
> klik clean now
> klik save

9. Biasakan picture yang dikirim ke BBM group tidak disimpan

di media card atau device memory BlackBerry
Caranya:
> buka BBM group
> klik pictures
> klik menu BB
> klik picture options
> klik save pictures pilih “never”
> klik Ok

Jangan lupa close semua aplikasi yang masih running pada saat Anda multi-tasking. Tekan menu BB sampai list aplikasi yang berjalan tampil, buka aplikasi yang tidak pakai lagi, klik menu BB dan pilih exit/close. Anda bisa gunakan aplikasi BeAlert untuk menunjukan icon notifikasi berapa aplikasi masih aktif/running.

Selengkapnya......

Tips Maintenance BlackBerry Lemot

BlackBerry Lemot Maintenance Tips

BlackBerry merasa lemot, lambat, error, selalu keluar jam pasir? BlackBerry Device loading lama setiap restart? Waktunya untuk negcek dan lakukan maintenance BlackBerry anda.
Hal ini terjadi, salah satunya karena banyaknya file ‘sampah’ di memory device kita yang menghabiskan application memory BlackBerry device anda. Penyebabnya :
  • Conversation yang tidak ditutup (BBM, YM, Gtalk, dll.)
  • Memori ‘history’ di browser yang jarang dihapus
  • Memori ‘log event’
  • Aplikasi yang dibuka bersamaan terlalu banyak, dll.
  • Application Memory Low

Solusinya adalah berikut:

1. Cache Cleaning:
Masuk ke browser — Tekan logo BB, Pilih Options , Pilih Cache Operations, Tekan ke 4 tombol clear ,  Selesai
2. Event Log Cleaning Homescreen
Tekan tombol ALT (tahan), Tekan huruf L-G-L-G (secara berurutan), Tekan LogoBB , Pilih clear log, Delete, Selesai
3. Memory Cleaner Options
Buka Security Options,  Memory Cleaning,  Status disabled diubah menjadi enabled,  Perhatikan 4 baris dibawah menu memory cleaning, terdapat tulisan ’show icon on home screen’ tekan dan ubah ‘no’ menjadi ‘Yes’,  Tekan tombol return (panah memutar) lalu save changes,  Kembali ke ‘homescreen’ dan cari ikon baru memory cleaner (iconnya mirip gambar printer),  klik ,  selesai
memory-cleaning-blackberry
4. Tutup Aplikasi yang terbuka
Setiap anda membuka aplikasi, akan menggunakan memory aplikasi anda. Untuk tutup aplikasi anda harus tekan tombol “return” (tombol panah yang sebelah power) Jika anda tekan tombol power, anda “hanya” melakukan switch aplikasi dan tidak tutup aplikasi.
Hal tersebut bisa di cek dengan tekan dan hold tombol BB sampai layar “switch application” tampil yang menampilkan semua aplikasi yang masih aktif. Setiap aplkasi yang masih aktif menghabiskan application memory.
Anda bisa gunakan aplikasi BeAlert untuk menunjukan icon notifikasi berapa aplikasi masih aktif/running.
5. Save “Applications Memory” dan Delete Apps & Messages

Hapuskan seluruh aplikasi dan pesan yang tidak berguna termasuk delete email, SMS, MMS dan end BBM chats, Group chats dan aplikasi chats lainnya yang menggunakan application memory. Jika anda masih menggunakan OS4, anda bisa gunakan aplikasi Aerize Card Loader untuk save aplikasi ke memory card.
Application memory full? Save dan install apps ke sd card dgn aerize loader
www.berryindo.com/aerize-card-loader/
Memory Low sering terjadi pada BlackBerry Bold 9000 yang mempunyai application memory yang rendah dan selalu perlu di lakukan maintenance untuk delete apps + messages untuk save application memory.
Insufficient Applications Space, memory low, bb lemot, baca di:
www.berryindo.com/insufficient-space-for-application/

6. Soft Reset
Tekan bersamaan tombol Alt – Caps/tombol aA (sebelah kanan dekat tombol sym) – tombol del, selesai —BB akan restart (kalo di PC/Laptop dikenal dng istilah reboot) – pakai Storm? baca cara reset BlackBerry Storm dengan aplikasi Reset BlackBerry
Cara Restart, reboot, reset, baca di:
www.berryindo.com/cara-restart-reset-reboot/
7. Hard Reset
Biasa dikenal pula dengan istilah cabut baterai. Tindakan ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada lagi energi/daya listrik yang tertinggal yang akan mematikan seluruh aplikasi yang masih aktif. Biarkan baterai tercabut selama minimal 3 menit kemudian pasang kembali baterai. Anda juga bisa gunakan aplikasi MeterBerry untuk otomatis set untuk reboot setiap hari
Kalau masih merasa BlackBerry anda lemot, anda bisa lakukan wipe BlackBerry, artinya seperti format ulang BlackBerry Device anda
Cara wipe handheld, hard reset, baca di:
www.berryindo.com/cara-wipe-clear-handheld-os/
9 Tips Manage Memory BlackBerry biar gak lemot
www.berryindo.com/9-tips-me-manage-memory-internal-blackberry/
Clear Event Log, baterry pull dengan aplikasi ControlBPanel for BlackBerry info di:
www.berryindo.com/controlbbanel-blackberry/
Schedule reboot BlackBerry anda dengan MeterBerry
www.berryindo.com/meter-berry-ultimate-utility-apps/
Semoga tips bermanfaat,
Indahnya Berbagi.. mhn 1menit waktu anda utk post testimonial di
www.berryindo.com/about/testimonial

BlackBerry Error lainnya:

BlackBerry Restart Terus
Jika BlackBerry anda sering restart sendiri, ini adalah indikasi Applications memory anda rendah dan perlu dilakukan maintenance tersebut diatas.
BlackBerry Restart Terus menerus sampai tidak bisa masuk ke homescreen.
BlackBerry Mati & Restart Terus – Baca cara memperbaiki Nuked BlackBerry
www.berryindo.com/nuked-blackberry-mati-restart-terus-2/
BlackBerry Signal SOS
www.berryindo.com/manage-connections-signal-sos/
BlackBerry No Connection Error, Baca cara Register Host Routing Table
www.berryindo.com/blackberry-no-connection-error/
Cara Fix Internet Browser Error
www.berryindo.com/blackberry-internet-browser-error/
BB lemot? Coba baca Maintenance Tips
www.berryindo.com/blackberry-lemot-maintenance-tips
BlackBerry Media Card Error & Fix
www.berryindo.com/media-card-error-blackberry/
Cara setting baca memory card BlackBerry di desktop
www.berryindo.com/cara-activate-usb-mass-storage-mode/
Utk Troubleshoot Masalah BlackBerry
post di Forum www.berryindo.com/forum ,
baca kenapa www.berryindo.com/troubleshoot-masalah-blackberry-di-forum/
Indahnya Berbagi…
Silakan berbagi review / pengalaman anda / info lainnya dengan users lainnya di bawah. Juga di Forum www.berryindo.com/forum

Sumber : www.berryindo.com
Selengkapnya......

Wednesday, 4 April 2012

Agar Kartu Kredit Tidak Berujung Maut

Mungkin anda masih ingat Nasabah City Bank yang mati terbunuh oleh Debt Collector? Bukan cuma kejadian itu saja pernah terjadi, Selain itu, Muji, juga nyaris buta karena dianiaya oleh Debt Collector Bank. Menkumham, Patrialis Akbar, cuma gara-gara telat bayar kredit Rp 2 juta saja dicaci-maki dan diancam oleh Debt Collector Citibank sehingga sakit hati. Sementara saat Meutia Hafidz disandera di Iraq, ibunya justru diteror Debt Collector Citibank karena Meutia Hafidz tidak bisa membayar cicilan kredit. Bayangkan jika ibunya meninggal karena stroke atau stress akibat teror Debt Collector Citibank?
Pembuka tulisan ini bukan menakut-nakuti Anda untuk tidak mengambil kartu kredit. Tapi ingat bahwa kartu kredit itu sebaiknya digunakan untuk bisnis. Dan bagi anda yang belum punya kartu kredit, segeralah bikin permohonan, karena tak lama lagi Anda lebih sulit lagi mendapatkannya.

Para pemohon kartu kredit harus siap-siap untuk tidak lagi gampang mendapat kartu kredit baru. Bank Indonesia (BI), selaku otoritas yang mengatur perbankan, bersama Asosiasi Penerbit Kartu Kredit Indonesia (AKKI) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sedang menggodok mekanisme pengetatan kepemilikan kartu kredit. Mekanisme yang merupakan revisi Peraturan BI (PBI) Nomor 11 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu Kredit itu dipastikan bakal dirilis pada awal Mei 2011 mendatang.

Pengetatan kepemilikan kartu kredit itu dilakukan menyusul meninggalnya Sekretaris Partai Pemersatu Bangsa, Irzen Octa, pemilik kartu kredit Citibank, di tangan debt collector. Irzen tewas setelah mengurus tagihan utangnya yang macet. Disinyalir, tagihan macet semacam Irzen berawal dari terlalu mudahnya masyarakat mendapat dan “menggesek” kartu kredit. Sehingga memicu kredit macet atau non-performing loan (NPL).

Untuk menghentikan gejala tidak sehat itulah, BI melakukan pengetatan pemberian kartu kredit di beberapa titik. Meskipun belum rinci, menurut Kepala Biro Pengembangan dan Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Aribowo, ada tiga persyaratan yang jadi fokus pengetatan. “Syarat yang akan diatur adalah usia pemegang saham, plafon kredit, dan jumlah pendapatan setiap nasabah,” ungkap Ariwibowo.

Soal usia, dalam PBI Nomor 11 Tahun 2009 tidak diatur batasannya. “Akan kami coba atur apakah akan seperti PBI Tahun 2006 yang membatasi minimal usia pemegang adalah 21 tahun,” ia menambahkan. Pada waktu itu, sempat berubah, kata Aribowo, karena dalam test case, market di Tanah Air sudah dewasa. Namun kenyataannya belum.

Soal plafon, menurut Aribowo, belum ada gambaran seperti apa ketentuannya. Dalam aturan sebelumnya diberlakukan plafon dua kali dari upah minimum regional. Soal pemberian plafon ini tidak akan sembarangan. Bentuknya, misalnya, bisa jadi dua kali pendapatan. “Hal itu belum ditentukan,” ujar Aribowo.

Terkait kepemilikan jumlah kartu kredit, Aribowo menyatakan sedang dalam peninjauan. Apakah nanti diberlakukan pembatasan pemilikan atau tidak. “Kajian dilakukan, apakah cukup memiliki dua kartu atau dibatasi di atas itu,” ia melanjutkan. Namun, menurut Aribowo, bila hal itu dilakukan, akan membawa beberapa konsekuensi. Antara lain terhambatnya perkembangan industri perbankan.

Dalam persoalan kartu kredit ini, BI memilih bersikap hati-hati. Intinya, pengetatan dilakukan agar lebih prudent, jangan sampai membuat industri perbankan justru mandek. Kalau tidak dibatasi, maka kemungkinan dijalankan dengan tambahan syarat.

Industri perbankan sendiri, Aribowo menambahkan, menginginkan agar tidak dilakukan pembatasan kartu. Namun lebih pada pengetatan persyaratan kepemilikan kartu atau dengan pengembangan sistem database. Jika salah satu kartu macet, maka kartu yang lain otomatis tidak bisa dipakai.

Sedangkan soal pengaturan penggunaan jasa layanan pihak ketiga sebagai penagih utang atau debt collector masih dalam pertimbangan BI. “Boleh-tidaknya pemakaian jasa pihak ketiga harus dengan pertimbangan matang,” kata Aribowo. Kalaupun masih diperbolehkan, menurut Aribowo, harus dijalankan dengan syarat yang ketat.

Misalnya, penagihan harus langsung kepada yang bersangkutan, tidak boleh kepada saudara atau orang lain. Selama ini, banyak keluhan dari masyarakat karena sering jadi sasaran penagihan yang salah alamat oleh debt collector. Apalagi datang dengan umpatan kasar dan main fisik. “Kualifikasinya akan kami bicarakan dengan Asosiasi Penerbit Kartu Kredit Indonesia,” ujarnya. Revisi PBI itu dipastikan bakal dirilis pada awal Mei nanti. Selain AKKI, pihak BI juga melibatkan YLKI.

Munculnya sejumlah debt collector yang garang tentu tidak lepas dari ulah debitur kartu kredit yang tidak mau membayar. Untuk itu, BI juga sedang memikirkan sistem apa yang akan dipakai untuk menangani soal ini. Yang jelas, BI telah memiliki daftar positif dan negatif pemilik kartu kredit.

“Misalnya, yang ada pertanda mulai macet akan diberi peringatan. Kalau macet, ia tidak bisa dipakai untuk transaksi,” ungkapnya. Mereka yang menjadi penunggak tidak akan bisa mendapat fasilitas pembiayaan. Ini dilakukan agar tidak membebani industri kartu kredit. Oleh sebab itu, Aribowo menyatakan, sebaiknya pihak yang punya utang tetap melunasi dan menggunakan kartu kredit dengan lebih bijak dan pintar.

Menurut Ketua AKKI, Dodit Wiweko Probojakti, sebenarnya industri kartu kredit sudah berevolusi. “Dulu, sebelum tahun 2006, adalah fase yang terlalu bebas,” katanya. Lalu, dengan PBI Tahun 2006, ada beberapa perubahan, seperti minimum payment naik dari 5% menjadi 10%. Lalu minimum income harus tiga kali UMR dan batas kredit atau limit harus dua kali income.

Namun, pada aturan PBI Tahun 2009, yang dipertahankan hanya minimum payment. Soal minimum income dan batas limit tidak diatur lagi. Pertimbangan hilangnya aturan ini, karena industrinya sudah efektif dan efisien. “Pekan ini, kami ada meeting dengan BI di luar kota untuk membahasnya secara mendalam,” kata Dodit kepada Eri Komar Sinaga dari Gatra.

Menurut Dodit, industri kartu kredit lebih cenderung membenahi standar penagihan agar tidak terjadi ekses yang buruk. Mengenai limit kredit, Dodit melihat penetapannya tidak semudah dengan pembatasan saja. Pasalnya, limit kredit tidak hanya berdasarkan pendapatan, melainkan juga sejarah kredit seseorang di bank selama bertahun-tahun.

Selain itu, kata Dodit, ada faktor kedua yang menjadi pertimbangan, yakni surrogate income. Ini penghasilan alternatif atau penghasilan yang tidak hanya berdasarkan gaji. Misalnya dari deposito, reksa dana, dan tabungan yang bisa di-convert menjadi income. “Dua hal itu harus dijadikan pertimbangan, tidak hanya melulu dari income dalam arti gaji,” tuturnya.

Berdasarkan data per Februari lalu, total pemegang kartu mencapai 5,6 juta orang, dengan jumlah kartu 13,8 juta keping. Jadi, per orang rata-rata memiliki dua kartu. Rasio ini paling rendah dibandingkan dengan negara tetangga. Di Singapura, misalnya, enam sampai tujuh kartu per orang. Namun pemilikan dua kartu per orang itu, menurut Dodit, masih aman dan masuk akal.

Di Indonesia, orang memiliki banyak kartu karena kebutuhan. “Orang mengambil kartu kredit karena benefit yang ditawarkan oleh bank,” ungkap Dodit. Misalnya, ada yang memilih manfaat frequent traveller. Lalu memilih kartu kredit karena ada keuntungan diskon di semua food, resto, dan dining. Juga ada keuntungan lain, seperti healthcare, fitness, dan cicilan 0%. Itu semua tidak ditemukan di negara lain.

Sedangkan menurut pengamat perbankan, Mirza Adityaswara, aturan untuk debt collector tetap perlu dikeluarkan agar keselamatan kreditur terjaga. “Yang baik adalah mencari debt collector yang lihai menagih, tapi tetap menjaga norma,” katanya kepada Ade Faizal Alami dari Gatra. Agar NPL tidak membengkak menjadi puluhan juta, ada baiknya bank sedari awal hati-hati dalam menjaring subscriber dan memberikan limit kredit. Ini mesti dilakukan agar tidak terjadi kredit macet yang berujung maut.


Sumber: Gatra dan sumber lainnya

Selengkapnya......

Mengetahui Hitungan Bunga Untuk Mencegah Cekikan Kartu Kredit

Mungkin Anda masih ingat Kartu Kredit yang berujung maut pada nasabah Citibank? Untuk menghindari cekikan kartu kredit ataupun cekikan Debt Collector, maka Anda harus bijaksana dan cermat menggunakan kartu kredit Anda.

Bagi Anda yang punya kartu kredit, atau ingin memiliki kartu kredit, ada baiknya Anda membaca artikel berikut tentang perhitungan bunga kartu kredit yang ditulis oleh Herry Gunawan.
Bank Sentral akan melarang penerbit kartu kredit mengenakan bunga berbunga, alias bunga majemuk. Aturan akan ditetapkan belajar dari korban yang tagihannya terus membengkak akibat penambahan bunga tiada henti. Karenanya, Bank Indonesia akan merevisi peraturan terkait.

Bagaimana prinsip bunga kartu kredit yang berlaku sekarang?

Pada praktek bunga kartu kredit yang berlaku saat ini, nilai pokok utang terus-menerus ditambahkan dengan bunga dari sisa tunggakan. Hitungannya adalah harian, yang menggunakan patokan 360 hari dalam setahun. Kemudian, hasil penambahan itu menjadi beban tagihan berikutnya.

Mulai 1 Januari 2013, Bank Indonesia berjanji menerapkan kebijakan baru untuk perhitungan bunga kartu kredit, yaitu yang berhak dikenakan bunga adalah nilai pokok yang belum dibayar.

Misalnya, pada 1 Maret Anda berbelanja dengan kartu kredit sebesar Rp 1.000.000. Suku bunga kartu Anda adalah 3,5 persen per bulan atau 42 persen dalam setahun.

Tanggal cetak kartu tagihan adalah 14 Maret dan jatuh temponya dua minggu kemudian, yaitu tanggal 28 di bulan yang sama.

Anda membayar tagihan pada tanggal 17 Maret. Namun tidak penuh, melainkan hanya 10 persen atau Rp 100.000, sesuai batas minimun pembayaran.

Nah, berapa yang harus Anda bayar, ketika tagihan kedua datang pada 14 April?

Dengan model yang berlaku sekarang, perhitungannya adalah:

Mengingat masih ada sisa pokok yang belum dilunasi, maka sebenarnya pembayaran melalui kartu kredit tersebut terhitung sebagai pinjaman yang harus dikenakan bunga. Pada tagihan bulan berikutnya akan tampak. Berapa yang ditagihkan?

Perhitungan pertama:

Selisih antara transaksi dengan datangnya tagihan adalah 14 hari. Kalikan jumlah hari ini dengan suku bunga setahun (42 persen atau 0,42). Hasilnya kalikan kembali nilai transaksi yang Rp 1.000.000 dan dibagi jumlah hari dalam setahun (360). Maka didapat Rp 16.333. Ini namanya perhitungan bunga pertama.

Perhitungan kedua:

Untuk bunga kedua, jumlah hari yang dihitung adalah periode 15-17 Maret (hingga Anda bayar tagihan pertama) atau tiga hari. Dengan model menghitung yang pertama: jumlah hari dikalikan bunga setahun, kemudian dikalikan lagi jumlah tagihan. Hasilnya dibagi 360 hari. Maka hasilnya adalah Rp 3.500.

Perhitungan ketiga:

Masih ada beban bunga ketiga yang tetap memasukan sisa hari yang belum dikenakan bunga hingga tanggal tagihan kedua datang. Jadi, 18 Maret hingga 14 April atau 27 hari. Namun, pengalinya adalah sisa pokok tagihan yaitu Rp 900.000 lantaran Anda sudah sempat membayarnya 10 persen tadi. Dan hasilnya: Rp 28.350.

Sehingga nilai yang tercetak di kertas tagihan periode kedua yang datang pada 14 April yaitu

Jumlahkan bunga pertama hingga ketiga plus sisa pokok pinjaman yang Rp 900.000. Totalnya sebesar Rp 948.183. Inilah yang harus Anda bayar.

Jika yang diinginkan oleh Bank Indonesia sebatas tagihan pokok yang harus dibayar, maka sesuai peraturan baru, yang dikenakan bunga adalah Rp 900.000. Alias jumlah yang belum ditambah dengan bunga-bungaan tadi serta tambahan-tambahan lain.

Mudah-mudahan BI tidak urung dengan rencana kebijakannya tadi. Sehingga, nasabah kartu kredit yang memang membutuhkan bisa lebih terlindungi.

Sebagai antisipasi, sebaiknya lebih cermat menggunakan kartu kredit.

Lalu bagaimana cara paling jitu mencegah cekikan bunga berbunga adalah membayar penuh di saat tagihan pertama. Sebab, masa berbunga belum tiba. Iuran yang dibayar setiap tahun pun menjadi bermanfaat dengan hadirnya jasa tanpa bunga.

Sebaliknya kalau tidak dilunasi, maka kartu kredit tidak lagi sekadar fasilitas pembayaran. Kartu kredit akan menjadi tiket untuk mendapatkan utang yang bunganya terus berbunga hingga mencekik. Kalau sudah begini, berlarilah sebelum penagih utang datang.

Penulis artikel ini, Herry Gunawan menjadi wartawan pada 1993 hingga awal 2008. Sempat menjadi konsultan untuk kajian risiko berbisnis di Indonesia, kini kegiatannya riset, sekolah, serta menulis.

Selengkapnya......
 

Copyright ©  2009 by ronimunawar.com

Mencari dan Berbagi untuk meningkatkan kualitas diri...!!